Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan
ON VS OFF: Tes resmi pertama MotoGP musim 2014 berakhir kemarin, Kamis (6/2/2014). Tentu saja bintangnya masih tetap Marc Marquez yang konsisten menjaga posisinya sejak hari pertama tes (tiga hari). Juara dunia termuda ini menorehkan waktu 1 menit 59,533 detik, memecahkan rekor Casey Stoner pada 2012, yakni 1 menit 59,607 detik.
Marquez juga merampungkan 20 lap simulasi balapan sesungguhnya, 15 lap secara beruntun di bawah 2 menit 1 detik. ”Saya cukup senang, tapi ini hanya tes pertama. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk mencoba berbagai setelan untuk memperoleh data tes selanjutnya,” jelasnya.
Rossi Menjanjikan
Hasil bagus Marquez dibuntuti duo Yamaha, Rossi dan Lorenzo, di pos ke-2 dan ke-3. Rossi dengan waktu 1 menit 59,727 detik, sekaligus menorehkan hasil terbaiknya di sirkuit Sepang. Juara dunia kelas primer 7 kali itu memulai musim 2014 dengan catatan gemilang, lebih menjanjikan ketimbang tahun lalu.
”Saya menemukan feeling yang baik dengan sepeda motor dan ini positif. Saya sedikit mengubah gaya membalap, tidak terlalu memaksa ban bekerja keras menjelang tikungan. Pengalaman dengan (Yamaha) M1 tahun lalu membuat saya harus mempelajari detailnya. Sekarang saya mendapatkan itu,” urainya.
Lorenzo yang berambisi meraih gelar juara tahun ini juga tampil baik, hanya beda tipis dengan Marquez dan Rossi dan berada di posisi ke-3. Waktu terbaiknya 1 menit 59,866 detik dan hanya mengitari sirkuit beberapa lap. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan performa.
Aleix Espargaro
Paling mengejutkan adalah penampilan Aleix Espargaro di posisi ke-4, dengan waktu terbaik 1 menit 59,998 detik, satu-satunya pebalap open class yang bisa mengganggu para jagoan kelas pabrikan (factory class). Pebalap FTR Yamaha M1 itu menjadi salah satu dari empat pebalap teratas dengan kemampuan di bawah 2 menit!
Hasil kurang bagus dialami tim Ducati. Dovizioso dan Crutchlow plus pebalap tes Michele Pirro tak bisa berbuat banyak. Hanya Dovizioso cukup baik, berada di posisi ke-7. Pada tes pertama ini, Suzuki yang comeback tahun depan, juga bergabung. Hasil yang diperoleh Randy de Puniet masih jauh dari harapan, hanya posisi ke-17.
ON VS OFF - Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014. Gara-garanya, Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia dianggap belum siap menggelar balapan kuda besi itu.
Beberapa hal dianggap masih menjadi kendala besar bagi Brazil dalam pembangunan Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia. Di antaranya ialah standar keselamatan pembalap, pit area serta tribun.
Semua hal itu mulai dikerjakan Desember 2013 lalu dan harus selesai pada April atau Mei. Namun, laman Globo, Kamis (30/1) menulis, semua pekerjaan itu tidak akan selesai tepat waktu.
Jika itu terjadi, Brazil dipastikan akan gagal menjadi tuan rumah. Padahal, awalnya Brazil dijadwalkan menggelar balapan MotoGP pada September mendatang. Itu adalah kali pertama Brazil menghelat MotoGP sejak musim 2004 silam.
Andai Brazil gagal menjadi tuan rumah, balapan MotoGP hanya akan berlangsung dalam 18 seri musim baru nanti. Di sisi lain, Argentina tak mendapat kendala berarti dalam persiapan menyambut musim baru.
Circuito Termas de Rio Hondo dianggap siap untuk menjadi venue para pembalap top di MotoGP. Argentina akan menggelar balapan MotoGP untuk kali pertama sejak musim 1999 silam.
ON VS OFF - MotoGP Musim 2014 sudah di depan mata. Seri perdana akan berlangsung pada 23 Maret di Qatar. Sebelumnya bakal ada dua kali sesi tes pra musim di Sepang. Aura kompetisi yang sudah mulai terasa memaksa Rossi untuk memasang target.
"Harapan untuk musim mendatang sangat tinggi. Target saya adalah untuk mencoba dan melakukan yang lebih baik dari tahun lalu, menjadi lebih kompetitif dan berjuang untuk podium setiap akhir pekan. Saya yakin motor kami akan sangat kompetitif lagi," beber Rossi
"Tahun lalu sudah sangat baik dan insinyur Yamaha telah mampu melakukan pengembangan ke arah yang lebih baik sepanjang musim. Karena itu saya berharap banyak dari M1 baru dan saya yakin itu akan lebih baik selama musim," semangat Rossi
Tahun 2013, Rossi hanya mampu bertengger di posisi 4 klasemen akhir. Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 ini tercatat menang 1 kali dan 6 kali podium. Sepanjang musim 2013, Rossi juga belum pernah meraih pole position.( otosport )
ON VS OFF - Indonesia rupanya mendapat tempat cukup spesial dalam hati seorang Valentino Rossi. Juara dunia MotoGP 7 kali Valentino Rossi menyebut sangat senang bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Memang kedatangannya kali ini adalah untuk keempat kalinya untuk melakukan kegiatan bersama Yamaha.
"Selalu menyenangkan bisa datang ke Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah fans terbaik dari seluruh dunia, dengan hasrat sangat besar untuk MotoGP dan Yamaha Factory Team, meskipun mereka tidak memiliki balapnya di negara mereka. Yamaha Indonesia memiliki peran besar dalam bisnis global Yamaha dan aku harap kedatanganku dan Jorge di sini bisa memberi dorongan bagi bisnis lokal mereka," beber The Doctor.
Di sela-sela pembukaan selubung YZR-M1 baru, si VR46 menyebut kangen bisa balap di Indonesia. Wajar, Vale punya sejarah manis di Tanah Air. Bukan hanya para fans yang selalu riuh rendah menyambut kedatangannya untuk kegiatan bersama Yamaha.
Sebenarnya Rossi sudah kenal Indonesia sejak tahun 1990an. Pada saat itu, ia sudah berkompetisi di kelas 125 cc dan berhasil juara di Sentul pada musim kompetisi 1997. Pada saat itu, Max Biaggi juara di kelas 250 cc dan Tadayuki Okada di GP500.
"Musim ini sangat penting bagiku dan faktanya kami memulai musim ini di Jakarta membuatnya semakin spesial. Aku tak ingat berapa kali Yamaha memperkenalkan motor baru di luar Eropa, jadi acara hari ini sangat spesial untuk beberapa alasan. Yamaha memutuskan untuk menawarkan dealer Indonesia kesempatan untuk menjadi tuan rumah pembukaan selubung M1 2014 pada pertemuan tahunan mereka di Jakarta dan ini adalah tanda peningkatan pentingnya pasar Asia Tenggara pada bisnis global. Aku benar-benar berharap bisa balap di sini lagi, secepatnya, sebelum terlambat!" seru The Doctor.
Apakah artinya Rossi serius ingin pensiun? Wah, kapan ya kita bisa melihat Rossi mengaspal di Tanah Air? Semoga sirkus MotoGP bisa kembali ke Indonesia atau mungkin Rossi hanya sekadar keliling Sentul seperti Lorenzo akhir tahun lalu? Ah, benar-benar impian yang indah! Setuju? (otosport)
ON VS OFF - FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) mengumumkan entry list terbaru balapan MotoGP musim 2014. Ada sebuah kejutan dalam rilis yang dikeluarkan Rabu (15/1).
Mantan pembalap Superbike, Leon Camier memastikan diri tampil dalam balapan MotoGP musim mendatang. Pembalap berusia 27 tahun itu akan bertandem dengan Danilo Petrucci di tim Ioda Racing pada kelas terbuka.
Camier adalah nama yang cukup mentereng di balapan Superbike. Dia pernah memetik 19 kemenangan untuk menggenggam gelar juara British Superbike pada musim 2009 silam. Setelah itu, Camier berganti haluan ke World Superbike.
Keputusan Camier menambah panjang mantan pembalap Superbike yang tampil di MotoGP. Sebelumnya, Cal Crutchlow juga sudah terjun di balapan kuda besi itu sejak tiga musim lalu. Crutchlow saat ini membela Ducati.
Selain Camier, nyaris tak ada kejutan berarti. FIM juga merilis nomor yang akan dipakai pembalap. Juara bertahan Marc Marquez akan menggunakan nomor 93 yang selama ini sudah dikenakanya.
Runner up musim lalu Jorge Lorenzo juga setia dengan nomor 99. Hal yang sama juga dilakukan pembalap kawakan Yamaha Factory, Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor itu setia dengan nomor 46. (jn)
ON VS OFF - Pimpinan LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku ingin mempertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun. Pernyataan ini ia sampaikan kepada media Jerman, SpeedWeek.com, Jumat (10/1).
Cecchinello mengaku bangga atas performa dan komitmen Bradl sejak membela timnya di MotoGP pada tahun 2012. Ia bahkan ingin mengikat pebalap asal Jerman tersebut dengan durasi kontrak yang cukup panjang.
"Benar, saya sungguh-sungguh ingin mengikatnya selama 10 tahun. Saya tak asal bicara. Semua orang di LCR sangat senang bekerja dengan Stefan. Ini juga bukan karena saya tengah berbicara dengan media Jerman ya!" ujar Cecchinello.
Bradl yang kini berusia 24 tahun merupakan juara dunia Moto2 2011. Ia pun sukses meraih pole dan podium MotoGP perdananya di Laguna Seca, Amerika Serikat tahun lalu.
"Seluruh anggota tim LCR menyukai Stefan. Ini sangat penting, karena atmosfer tim haruslah baik ketika ingin meraih sesuatu. Bahkan, terkadang menciptakan atmosfer positif jauh lebih penting daripada mencari talenta hebat," pungkasnya. (os)
ON VS OFF - MOTO GP - Marc Márquez masih memimpin di klasmen, hal ini membuat Marquez, mulai memikirkan gelar juara, Marquez memimpin dengan 230 poin selisih 30 poin dengan pedrosa, berada di pucuk klasmen juga membuat pria ini kian menyusul rekor Kenny Roberts sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.
Walau sempat dikurangi dua poin usai merampungkan GP Inggris di podium kedua, rookie Repsol Honda itu masih memimpin cukup jauh dari dua rival terdekatnya yang juga rekan setimnya, Daniel Pedrosa dan rider Yamaha Factory, Jorge Lorenzo.
Sebelumnya, Márquez juga sempat mengalami crash di sesi pemanasan dan dikatakan terkena cedera bahu. Tapi setelah diperiksa di pusat medis, Márquez dinyatakan tetap bisa ikut race dan tak perlu menjalani pemeriksaan lanjutan ataupun operasi.
Márquez terbilang tampil hebat di Silverstone – trek yang jadi favorit saingannya, Lorenzo dan setidaknya, membawa pulang 20 poin (18 setelah dikurangi Race Direction) sebagai hadiah buat posisi runner-up.
Joki kelahiran Cervera dua dekade silam itu masih bercokol di pucuk klasifika dengan 233 poin, mengungguli Pedrosa (30 poin) di tempat kedua dan Lorenzo (39 poin) pada posisi tiga. Márquez pun kian menyusul rekor Kenny Roberts (1978) sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.
“Ya, saya mulai sedikit memikirkannya (gelar juara). Saya unggul 30 poin dari Dani, 39 poin dari Jorge. Namun masih banyak seri dan poin untuk diperebutkan dan Anda bisa lihat saya mengambil risiko yang sama dengan atau tanpa memimpin klasemen,” ujar Márquez, seperti disadur Crash, Rabu (4/9/2013).
“Saya selalu mencoba tampil maksimal, berusaha jadi yang terbaik tiap seri. Saya memimpin setelah empat kemenangan berturut-turut dan saya finis kedua di sirkuit di mana Yamaha dan Jorge selalu tampil kuat. Pertarungan dengan mereka menyenangkan, tapi pada akhirnya, saya meraih 20 poin penting untuk menjaga posisi klasemen,” pungkasnya.
Tes berlangsung pekan lalu, Remus Racing Team - dijalankan oleh S & B Motorsport - berbagi sirkuit Brno dengan Yamaha Factory Racing Jorge Lorenzo dan pembalap Valentino Rossi. Kemudian pada bulan Agustus, skuad akan menjadi yang pertama untuk bersaing di kelas utama dari Kejuaraan Dunia.
"Kita bisa melakukan jauh lebih baik dan cukup mampu tampil baik di MotoGP," komentar Bauer, yang berasal dari Wina. "Menjadi hanya tiga detik di belakang Rossi dalam pengujian ... tidak buruk sama sekali. Anda harus ingat bahwa kursus di Brno hampir dua kali lebih lama Sachsenring. Tiga detik bukanlah waktu yang lama untuk seperti jarak jauh.
"Tentu, aku naik di belakang Rossi dan Lorenzo beberapa kali dan melihat bagaimana mereka diposisikan sepeda motor mereka dan di mana mereka lebih cepat. Itu menarik untuk melihat bahwa mereka tidak dapat bekerja sihir baik. Di pintu masuk atau di bagian atas kurva ada tidak banyak di antara kita, meskipun ada perbedaan dunia mempercepat keluar dari tikungan. mereka memiliki traksi yang besar dan sepeda tidak hop, bahkan dengan kekuatan yang luar biasa seperti itu. tidak ada getar sama sekali. pegangan mekanik yang mereka dapatkan dari tala chassis mereka raksasa. "
Selama pengujian, Bauer diujicobakan kopling baru nya Suter-BMW yang diharapkan untuk memungkinkan mulai lebih baik.
"Pada dasarnya, kami memiliki pekerjaan kami cocok untuk kita sebelum Grand Prix, tetapi lebih baik untuk memiliki masalah kecil sekarang dari pada kinerja," tambah Kepala Mekanik Fritz Schwarz. "Saya telah mengumpulkan motor kedua untuk Martin yang pada upaya pertama berjalan serta yang kita diuji. Ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak potensi."
Kejuaraan Dunia 37 tahun Bauer di Brno akan datang pada 25 Agustus.
sumber : motogp
Kontrak Valentino Rossi bersama tim Yamaha akan berakhir sampai dengan akhir musim 2014, sementara itu tim Suzuki memutuskan menunda comeback mereka di balapan MotoGP sampai dengan musim 2015.
Manajer tim Suzuki adalah Davide Brivio yang tak lain adalah mantan bos tim Rossi di Yamaha sebelumnya dan juga bertindak sebagai manajer pribadi The Doctor.
Paduan informasi tersebut cukup untuk membuat rumor bahwasanya ‘Rossi akan berpindah ke tim Suzuki’ untuk musim 2015, tetapi juara dunia tujuh kali balapan MotoGP yang memutuskan kembali di tim Yamaha setelah dua musim tanpa kemenangan di tim Ducati tampaknya langsung membantah rumor tersebut dan berbagai spekulasi lanjutannya.
Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman Speedweek, Rossi mengacuhkan kemungkinan bergabung dengan tim Suzuki, dirinya menyatakan, “Ini adalah tim saya dan M1 adalah motor saya. Selama saya bisa berjuang untuk berada di podium dan meraih kemenangan, saya akan terus bersama dengan Yamaha”
Rossi yang memenangi tiga gelar juara dunia balapan MotoGP untuk tim Honda sebelum pindah ke tim Yamaha pada musim 2004 berhasil kembali meraih kemenangan pertamanya sejak tahun 2010 di Assen pada bulan Juni lalu.
Setengah jalan melalui musim MotoGP ™, Wayne Gardner telah terkesan dan terkejut oleh tindakan sejauh ini. Juara kelas 500 Tahun 1987 juga berbagi pendapatnya pada acara tes mendatang untuk rekan senegaranya Casey Stoner.
Berbicara dalam Menjaga Track podcast pada run-up ke Australia Motorcycle Grand Prix Oktober, Gardner terkesan dengan Repsol Honda Team rookie Marc Marquez yang memimpin kejuaraan setelah tiga kali memenangkan perlombaan dari pembukaan sembilan Grand Prix.
Gardner mengaku Marquez. "Aku tahu bahwa ia jelas pembalap yang sangat berbakat dan dia sensasi baru Spanyol. Saya tidak meragukan kemampuannya, tapi aku benar-benar terkejut melihat betapa cepat ia telah beradaptasi dengan motor MotoGP. Dia masih sedikit tidak menentu dan mengambil banyak risiko, saya sangat terkejut dengan kemajuan Marquez - itu sudah luar biasa ".seperti yang di langsir moto gp
Paruh kedua MotoGP 2013 akan dimulai dari Sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat, 18 Agustus 2013. Marquez untuk saat ini berhak menyandang predikat juara paruh musim dengan koleksi 163 poin, atau unggul 16 poin dari Pedrosa dan 26 poin di atas sang juara dunia, Lorenzo.
Valentino Rossi yakin, rookie MotoGP Marc Marquez punya segala potensi untuk menjadi pembalap MotoGP terhebat sepanjang masa. Ia menyebut, Marquez adalah "upgrade" dari dirinya, seorang pembalap model baru yang fenomenal.
Marquez kini memimpin klasemen sementara dengan selisih 16 poin dari rekannya, Dani Pedrosa. Pembalap Repsol Honda ini meraih tiga kemenangan dari sembilan kali balapan pertamanya di kelas MotoGP ini. Hebatnya lagi, ia hanya sekali tak naik podium.
Terakhir, pembalap 20 tahun dari Spanyol ini menyentuh garis finis di posisi terdepan pada balapan di Laguna Seca, Senin (22/7/2013). Dan dia melakukannya dengan sebuah aksi hebat saat menyalip Valentino Rossi di tikungan corkscrew. Itu persis seperti yang pernah dilakukan Rossi ketika menyalip Casey Stoner dalam duel fenomenal pada MotoGP AS 2008 lalu.
"Dia punya semua potensi untuk menjadi pembalap terbaik sepanjang masa, atau lebih baik dari saya, atau meraih kemenangan lebih banyak dari saya," kata Rossi menyanjung Marquez dikutip dari Crash, kemarin.
"Dia punya talenta yang hebat, skill yang hebat dan juga masih sangat muda. Tapi terlalu dini untuk mengatakannya sekarang karena jalannya masih panjang. Tapi dia punya peluang 100% untuk mewujudkannya," ujar pembalap berjuluk The Doctor ini.
Jadi, apakah ini berarti Rossi sudah menyerahkan "mahkota" untuk Marquez? Ditanya seperti itu, dengan cerdik ia berkilah, "Ini adalah (Jorge) Lorenzo yang memberikan mahkota kepada Marquez, karena terakhir kali saya memenangi gelar itu pada tahun 2009," kata juara dunia MotoGP tujuh kali ini.
Marquez selalu menuntaskan balapan di atas podium. Saat ini dia berada di posisi teratas klasemen dengan poin 163. kecuali saat mengalami kecelakaan di Italia
Sebenarnya Rossi disalip langsung oleh Marquez bukan hanya di Laguna Seca. Saat di Catalunya lalu misalnya, ia juga disalip oleh yuniornya itu. Pembalap Italia ini pun mengaku, tak masalah dikalahkan berkali-kali oleh Marquez.
Dalam perhelatan MotoGP Jerman, Jorge Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas kedua, Jumat (12/7/2013). Akibat kecelakaan tersebut, plat titanium di tulang selangkanya -- yang dipasang setelah kecelakaan di Assen -- bengkok. Pebalap Yamaha itu pun harus naik meja operasi lagi dan absen dari balapan.
Di hari berikutnya, Dani Pedrosa mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas ketiga. Cedera Pedrosa memang tak separah Lorenzo, tapi dia tetap tak cukup fit untuk mengikuti kualifikasi dan balapan.
Selain Lorenzo dan Pedrosa, sejumlah pebalap juga jatuh di Sachsenring. Mereka adalah Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Hector Barbera, dan Michael Laverty, yang celaka di tikungan 11.
Tikungan 11 merupakan tingkungan ke arah kanan dengan kondisi lintasan menurun. Sebelum sampai tikungan tersebut, para pebalap akan melewati sejumlah tikungan ke arah kiri.
Rossi mengakui bahwa sejumlah kecelakaan yang terjadi sebelumnya telah membuatnya lebih waspada di Sachsenring.
"Yeah. Setiap kecelakaan, Anda lebih takut," ucap Rossi kepada Autosport.
"Bagi saya tikungan itu (tikungan 11) sangat berbahaya. itu sangat cepat, menurun, dan Anda baru saja melewati tujuh atau delapan tikungan ke kiri. Jadi, bagian kanan dari ban menjadi dingin."
"Di tikungan itu Anda harus tiba dengan kecepatan yang tepat lap demi lap, latihan demi latihan. Anda tak boleh asal datang, bang."
"Di pagi hari saya mulai untuk meningkatkan kecepatan, tapi kemudian Anda melihat bendera kuning untuk kecelakaan Iannone."
"Juga dengan kecelakaan yang dialami Cal. Saya tak menduganya karena itu motor saya. Saya pikir dengan Yamaha lebih sulit untuk jatuh di sana. Tapi, Cal jatuh. Jadi, itu menakutkan."
Dalam balapan MotoGP Jerman, Rossi finis di posisi ketiga, di belakang Marc Marquez dan Crutchlow. Pebalap Italia itu kini menempati posisi kelima di klasemen pebalap dengan koleksi 101 poin.
Banyaknya pembalap yang mengalami kecelakaan di MotoGP Jerman membuat Valentino merasa prihatin. The Doctor pun mempertanyakan keamanan layout Sirkuit Sachsenring.
Dalam perhelatan MotoGP Jerman, Jorge Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas kedua, Jumat (12/7/2013). Akibat kecelakaan tersebut, plat titanium di tulang selangkanya -- yang dipasang setelah kecelakaan di Assen -- bengkok. Pebalap Yamaha itu pun harus naik meja operasi lagi dan absen dari balapan.
Di hari berikutnya, Dani Pedrosa mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas ketiga. Cedera Pedrosa memang tak separah Lorenzo, tapi dia tetap tak cukup fit untuk mengikuti kualifikasi dan balapan.
Selain Lorenzo dan Pedrosa, sejumlah pebalap juga jatuh di Sachsenring. Mereka adalah Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Hector Barbera, dan Michael Laverty, yang celaka di tikungan 11.
Tikungan 11 merupakan tingkungan ke arah kanan dengan kondisi lintasan menurun. Sebelum sampai tikungan tersebut, para pebalap akan melewati sejumlah tikungan ke arah kiri.
Rossi mengakui bahwa sejumlah kecelakaan yang terjadi sebelumnya telah membuatnya lebih waspada di Sachsenring.
"Yeah. Setiap kecelakaan, Anda lebih takut," ucap Rossi kepada Autosport.
"Bagi saya tikungan itu (tikungan 11) sangat berbahaya. itu sangat cepat, menurun, dan Anda baru saja melewati tujuh atau delapan tikungan ke kiri. Jadi, bagian kanan dari ban menjadi dingin."
"Di tikungan itu Anda harus tiba dengan kecepatan yang tepat lap demi lap, latihan demi latihan. Anda tak boleh asal datang, bang."
"Di pagi hari saya mulai untuk meningkatkan kecepatan, tapi kemudian Anda melihat bendera kuning untuk kecelakaan Iannone."
"Juga dengan kecelakaan yang dialami Cal. Saya tak menduganya karena itu motor saya. Saya pikir dengan Yamaha lebih sulit untuk jatuh di sana. Tapi, Cal jatuh. Jadi, itu menakutkan."
Dalam balapan MotoGP Jerman, Rossi finis di posisi ketiga, di belakang Marc Marquez dan Crutchlow. Pebalap Italia itu kini menempati posisi kelima di klasemen pebalap dengan koleksi 101 poin.
Tes Pramusim MotoGP: Marquez Tercepat, Rossi Gemilang
Posted by Portal Berita on Jumat, 07 Februari 2014
Tes Pramusim MotoGP: Marquez Tercepat, Rossi Gemilang
ON VS OFF: Tes resmi pertama MotoGP musim 2014 berakhir kemarin, Kamis (6/2/2014). Tentu saja bintangnya masih tetap Marc Marquez yang konsisten menjaga posisinya sejak hari pertama tes (tiga hari). Juara dunia termuda ini menorehkan waktu 1 menit 59,533 detik, memecahkan rekor Casey Stoner pada 2012, yakni 1 menit 59,607 detik.
Marquez juga merampungkan 20 lap simulasi balapan sesungguhnya, 15 lap secara beruntun di bawah 2 menit 1 detik. ”Saya cukup senang, tapi ini hanya tes pertama. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk mencoba berbagai setelan untuk memperoleh data tes selanjutnya,” jelasnya.
Rossi Menjanjikan
Hasil bagus Marquez dibuntuti duo Yamaha, Rossi dan Lorenzo, di pos ke-2 dan ke-3. Rossi dengan waktu 1 menit 59,727 detik, sekaligus menorehkan hasil terbaiknya di sirkuit Sepang. Juara dunia kelas primer 7 kali itu memulai musim 2014 dengan catatan gemilang, lebih menjanjikan ketimbang tahun lalu.
”Saya menemukan feeling yang baik dengan sepeda motor dan ini positif. Saya sedikit mengubah gaya membalap, tidak terlalu memaksa ban bekerja keras menjelang tikungan. Pengalaman dengan (Yamaha) M1 tahun lalu membuat saya harus mempelajari detailnya. Sekarang saya mendapatkan itu,” urainya.
Lorenzo yang berambisi meraih gelar juara tahun ini juga tampil baik, hanya beda tipis dengan Marquez dan Rossi dan berada di posisi ke-3. Waktu terbaiknya 1 menit 59,866 detik dan hanya mengitari sirkuit beberapa lap. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan performa.
Aleix Espargaro
Paling mengejutkan adalah penampilan Aleix Espargaro di posisi ke-4, dengan waktu terbaik 1 menit 59,998 detik, satu-satunya pebalap open class yang bisa mengganggu para jagoan kelas pabrikan (factory class). Pebalap FTR Yamaha M1 itu menjadi salah satu dari empat pebalap teratas dengan kemampuan di bawah 2 menit!
Hasil kurang bagus dialami tim Ducati. Dovizioso dan Crutchlow plus pebalap tes Michele Pirro tak bisa berbuat banyak. Hanya Dovizioso cukup baik, berada di posisi ke-7. Pada tes pertama ini, Suzuki yang comeback tahun depan, juga bergabung. Hasil yang diperoleh Randy de Puniet masih jauh dari harapan, hanya posisi ke-17.
Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014
Posted by Portal Berita on Minggu, 02 Februari 2014
Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014
ON VS OFF - Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014. Gara-garanya, Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia dianggap belum siap menggelar balapan kuda besi itu.
Beberapa hal dianggap masih menjadi kendala besar bagi Brazil dalam pembangunan Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia. Di antaranya ialah standar keselamatan pembalap, pit area serta tribun.
Semua hal itu mulai dikerjakan Desember 2013 lalu dan harus selesai pada April atau Mei. Namun, laman Globo, Kamis (30/1) menulis, semua pekerjaan itu tidak akan selesai tepat waktu.
Jika itu terjadi, Brazil dipastikan akan gagal menjadi tuan rumah. Padahal, awalnya Brazil dijadwalkan menggelar balapan MotoGP pada September mendatang. Itu adalah kali pertama Brazil menghelat MotoGP sejak musim 2004 silam.
Andai Brazil gagal menjadi tuan rumah, balapan MotoGP hanya akan berlangsung dalam 18 seri musim baru nanti. Di sisi lain, Argentina tak mendapat kendala berarti dalam persiapan menyambut musim baru.
Circuito Termas de Rio Hondo dianggap siap untuk menjadi venue para pembalap top di MotoGP. Argentina akan menggelar balapan MotoGP untuk kali pertama sejak musim 1999 silam.
Valentino Rossi Target Kejar Podium Musim 2014
Posted by Portal Berita on Sabtu, 25 Januari 2014
Valentino Rossi Target Kejar Podium Musim 2014
ON VS OFF - MotoGP Musim 2014 sudah di depan mata. Seri perdana akan berlangsung pada 23 Maret di Qatar. Sebelumnya bakal ada dua kali sesi tes pra musim di Sepang. Aura kompetisi yang sudah mulai terasa memaksa Rossi untuk memasang target.
"Harapan untuk musim mendatang sangat tinggi. Target saya adalah untuk mencoba dan melakukan yang lebih baik dari tahun lalu, menjadi lebih kompetitif dan berjuang untuk podium setiap akhir pekan. Saya yakin motor kami akan sangat kompetitif lagi," beber Rossi
"Tahun lalu sudah sangat baik dan insinyur Yamaha telah mampu melakukan pengembangan ke arah yang lebih baik sepanjang musim. Karena itu saya berharap banyak dari M1 baru dan saya yakin itu akan lebih baik selama musim," semangat Rossi
Tahun 2013, Rossi hanya mampu bertengger di posisi 4 klasemen akhir. Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 ini tercatat menang 1 kali dan 6 kali podium. Sepanjang musim 2013, Rossi juga belum pernah meraih pole position.( otosport )
Valentino Rossi Ingin Balap di Indonesia Sebelum Terlambat!
Posted by Portal Berita on Minggu, 19 Januari 2014
Valentino Rossi Ingin Balap di Indonesia Sebelum Terlambat!
ON VS OFF - Indonesia rupanya mendapat tempat cukup spesial dalam hati seorang Valentino Rossi. Juara dunia MotoGP 7 kali Valentino Rossi menyebut sangat senang bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Memang kedatangannya kali ini adalah untuk keempat kalinya untuk melakukan kegiatan bersama Yamaha.
"Selalu menyenangkan bisa datang ke Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah fans terbaik dari seluruh dunia, dengan hasrat sangat besar untuk MotoGP dan Yamaha Factory Team, meskipun mereka tidak memiliki balapnya di negara mereka. Yamaha Indonesia memiliki peran besar dalam bisnis global Yamaha dan aku harap kedatanganku dan Jorge di sini bisa memberi dorongan bagi bisnis lokal mereka," beber The Doctor.
Di sela-sela pembukaan selubung YZR-M1 baru, si VR46 menyebut kangen bisa balap di Indonesia. Wajar, Vale punya sejarah manis di Tanah Air. Bukan hanya para fans yang selalu riuh rendah menyambut kedatangannya untuk kegiatan bersama Yamaha.
Sebenarnya Rossi sudah kenal Indonesia sejak tahun 1990an. Pada saat itu, ia sudah berkompetisi di kelas 125 cc dan berhasil juara di Sentul pada musim kompetisi 1997. Pada saat itu, Max Biaggi juara di kelas 250 cc dan Tadayuki Okada di GP500.
"Musim ini sangat penting bagiku dan faktanya kami memulai musim ini di Jakarta membuatnya semakin spesial. Aku tak ingat berapa kali Yamaha memperkenalkan motor baru di luar Eropa, jadi acara hari ini sangat spesial untuk beberapa alasan. Yamaha memutuskan untuk menawarkan dealer Indonesia kesempatan untuk menjadi tuan rumah pembukaan selubung M1 2014 pada pertemuan tahunan mereka di Jakarta dan ini adalah tanda peningkatan pentingnya pasar Asia Tenggara pada bisnis global. Aku benar-benar berharap bisa balap di sini lagi, secepatnya, sebelum terlambat!" seru The Doctor.
Apakah artinya Rossi serius ingin pensiun? Wah, kapan ya kita bisa melihat Rossi mengaspal di Tanah Air? Semoga sirkus MotoGP bisa kembali ke Indonesia atau mungkin Rossi hanya sekadar keliling Sentul seperti Lorenzo akhir tahun lalu? Ah, benar-benar impian yang indah! Setuju? (otosport)
Leon Camier Tampil di MotoGP 2014
Posted by Portal Berita on Kamis, 16 Januari 2014
Leon Camier Tampil di MotoGP 2014
ON VS OFF - FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) mengumumkan entry list terbaru balapan MotoGP musim 2014. Ada sebuah kejutan dalam rilis yang dikeluarkan Rabu (15/1).
Mantan pembalap Superbike, Leon Camier memastikan diri tampil dalam balapan MotoGP musim mendatang. Pembalap berusia 27 tahun itu akan bertandem dengan Danilo Petrucci di tim Ioda Racing pada kelas terbuka.
Camier adalah nama yang cukup mentereng di balapan Superbike. Dia pernah memetik 19 kemenangan untuk menggenggam gelar juara British Superbike pada musim 2009 silam. Setelah itu, Camier berganti haluan ke World Superbike.
Keputusan Camier menambah panjang mantan pembalap Superbike yang tampil di MotoGP. Sebelumnya, Cal Crutchlow juga sudah terjun di balapan kuda besi itu sejak tiga musim lalu. Crutchlow saat ini membela Ducati.
Selain Camier, nyaris tak ada kejutan berarti. FIM juga merilis nomor yang akan dipakai pembalap. Juara bertahan Marc Marquez akan menggunakan nomor 93 yang selama ini sudah dikenakanya.
Runner up musim lalu Jorge Lorenzo juga setia dengan nomor 99. Hal yang sama juga dilakukan pembalap kawakan Yamaha Factory, Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor itu setia dengan nomor 46. (jn)
LCR Honda: Pertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun
Posted by Portal Berita on Minggu, 12 Januari 2014
LCR Honda: Pertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun
ON VS OFF - Pimpinan LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku ingin mempertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun. Pernyataan ini ia sampaikan kepada media Jerman, SpeedWeek.com, Jumat (10/1).
Cecchinello mengaku bangga atas performa dan komitmen Bradl sejak membela timnya di MotoGP pada tahun 2012. Ia bahkan ingin mengikat pebalap asal Jerman tersebut dengan durasi kontrak yang cukup panjang.
"Benar, saya sungguh-sungguh ingin mengikatnya selama 10 tahun. Saya tak asal bicara. Semua orang di LCR sangat senang bekerja dengan Stefan. Ini juga bukan karena saya tengah berbicara dengan media Jerman ya!" ujar Cecchinello.
Bradl yang kini berusia 24 tahun merupakan juara dunia Moto2 2011. Ia pun sukses meraih pole dan podium MotoGP perdananya di Laguna Seca, Amerika Serikat tahun lalu.
"Seluruh anggota tim LCR menyukai Stefan. Ini sangat penting, karena atmosfer tim haruslah baik ketika ingin meraih sesuatu. Bahkan, terkadang menciptakan atmosfer positif jauh lebih penting daripada mencari talenta hebat," pungkasnya. (os)
Marquez kian menyusul rekor Kenny Roberts
Posted by Portal Berita on Rabu, 04 September 2013

Marquez kian menyusul rekor Kenny Roberts
ON VS OFF - MOTO GP - Marc Márquez masih memimpin di klasmen, hal ini membuat Marquez, mulai memikirkan gelar juara, Marquez memimpin dengan 230 poin selisih 30 poin dengan pedrosa, berada di pucuk klasmen juga membuat pria ini kian menyusul rekor Kenny Roberts sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.
Walau sempat dikurangi dua poin usai merampungkan GP Inggris di podium kedua, rookie Repsol Honda itu masih memimpin cukup jauh dari dua rival terdekatnya yang juga rekan setimnya, Daniel Pedrosa dan rider Yamaha Factory, Jorge Lorenzo.
Sebelumnya, Márquez juga sempat mengalami crash di sesi pemanasan dan dikatakan terkena cedera bahu. Tapi setelah diperiksa di pusat medis, Márquez dinyatakan tetap bisa ikut race dan tak perlu menjalani pemeriksaan lanjutan ataupun operasi.
Márquez terbilang tampil hebat di Silverstone – trek yang jadi favorit saingannya, Lorenzo dan setidaknya, membawa pulang 20 poin (18 setelah dikurangi Race Direction) sebagai hadiah buat posisi runner-up.
Joki kelahiran Cervera dua dekade silam itu masih bercokol di pucuk klasifika dengan 233 poin, mengungguli Pedrosa (30 poin) di tempat kedua dan Lorenzo (39 poin) pada posisi tiga. Márquez pun kian menyusul rekor Kenny Roberts (1978) sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.
“Ya, saya mulai sedikit memikirkannya (gelar juara). Saya unggul 30 poin dari Dani, 39 poin dari Jorge. Namun masih banyak seri dan poin untuk diperebutkan dan Anda bisa lihat saya mengambil risiko yang sama dengan atau tanpa memimpin klasemen,” ujar Márquez, seperti disadur Crash, Rabu (4/9/2013).
“Saya selalu mencoba tampil maksimal, berusaha jadi yang terbaik tiap seri. Saya memimpin setelah empat kemenangan berturut-turut dan saya finis kedua di sirkuit di mana Yamaha dan Jorge selalu tampil kuat. Pertarungan dengan mereka menyenangkan, tapi pada akhirnya, saya meraih 20 poin penting untuk menjaga posisi klasemen,” pungkasnya.
Remus Racing Team tampil percaya diri dalam Tes
Posted by Portal Berita on Selasa, 13 Agustus 2013

Remus Racing Team tampil percaya diri dalam Tes
Tingkat kepercayaan telah didorong di Remus Racing Team mengikuti sesi tes di Republik Ceko, sebelum debutnya ras sebagai wildcard CRT dengan Martin Bauer akhir bulan ini.
"Kita bisa melakukan jauh lebih baik dan cukup mampu tampil baik di MotoGP," komentar Bauer, yang berasal dari Wina. "Menjadi hanya tiga detik di belakang Rossi dalam pengujian ... tidak buruk sama sekali. Anda harus ingat bahwa kursus di Brno hampir dua kali lebih lama Sachsenring. Tiga detik bukanlah waktu yang lama untuk seperti jarak jauh.
"Tentu, aku naik di belakang Rossi dan Lorenzo beberapa kali dan melihat bagaimana mereka diposisikan sepeda motor mereka dan di mana mereka lebih cepat. Itu menarik untuk melihat bahwa mereka tidak dapat bekerja sihir baik. Di pintu masuk atau di bagian atas kurva ada tidak banyak di antara kita, meskipun ada perbedaan dunia mempercepat keluar dari tikungan. mereka memiliki traksi yang besar dan sepeda tidak hop, bahkan dengan kekuatan yang luar biasa seperti itu. tidak ada getar sama sekali. pegangan mekanik yang mereka dapatkan dari tala chassis mereka raksasa. "
Selama pengujian, Bauer diujicobakan kopling baru nya Suter-BMW yang diharapkan untuk memungkinkan mulai lebih baik.
"Pada dasarnya, kami memiliki pekerjaan kami cocok untuk kita sebelum Grand Prix, tetapi lebih baik untuk memiliki masalah kecil sekarang dari pada kinerja," tambah Kepala Mekanik Fritz Schwarz. "Saya telah mengumpulkan motor kedua untuk Martin yang pada upaya pertama berjalan serta yang kita diuji. Ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki banyak potensi."
Kejuaraan Dunia 37 tahun Bauer di Brno akan datang pada 25 Agustus.
sumber : motogp
Valentino Rossi tidak berpindah ke tim Suzuki
Posted by Portal Berita on Selasa, 06 Agustus 2013
.jpg)
Valentino Rossi tidak berpindah ke tim Suzuki
Manajer tim Suzuki adalah Davide Brivio yang tak lain adalah mantan bos tim Rossi di Yamaha sebelumnya dan juga bertindak sebagai manajer pribadi The Doctor.
Paduan informasi tersebut cukup untuk membuat rumor bahwasanya ‘Rossi akan berpindah ke tim Suzuki’ untuk musim 2015, tetapi juara dunia tujuh kali balapan MotoGP yang memutuskan kembali di tim Yamaha setelah dua musim tanpa kemenangan di tim Ducati tampaknya langsung membantah rumor tersebut dan berbagai spekulasi lanjutannya.
Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman Speedweek, Rossi mengacuhkan kemungkinan bergabung dengan tim Suzuki, dirinya menyatakan, “Ini adalah tim saya dan M1 adalah motor saya. Selama saya bisa berjuang untuk berada di podium dan meraih kemenangan, saya akan terus bersama dengan Yamaha”
Rossi yang memenangi tiga gelar juara dunia balapan MotoGP untuk tim Honda sebelum pindah ke tim Yamaha pada musim 2004 berhasil kembali meraih kemenangan pertamanya sejak tahun 2010 di Assen pada bulan Juni lalu.
saya sangat terkejut dengan kemajuan Marquez ucap Wayne Gardner
Posted by Portal Berita on Kamis, 01 Agustus 2013

saya sangat terkejut dengan kemajuan Marquez ucap Wayne Gardner
Setengah jalan melalui musim MotoGP ™, Wayne Gardner telah terkesan dan terkejut oleh tindakan sejauh ini. Juara kelas 500 Tahun 1987 juga berbagi pendapatnya pada acara tes mendatang untuk rekan senegaranya Casey Stoner.
Berbicara dalam Menjaga Track podcast pada run-up ke Australia Motorcycle Grand Prix Oktober, Gardner terkesan dengan Repsol Honda Team rookie Marc Marquez yang memimpin kejuaraan setelah tiga kali memenangkan perlombaan dari pembukaan sembilan Grand Prix.
Gardner mengaku Marquez. "Aku tahu bahwa ia jelas pembalap yang sangat berbakat dan dia sensasi baru Spanyol. Saya tidak meragukan kemampuannya, tapi aku benar-benar terkejut melihat betapa cepat ia telah beradaptasi dengan motor MotoGP. Dia masih sedikit tidak menentu dan mengambil banyak risiko, saya sangat terkejut dengan kemajuan Marquez - itu sudah luar biasa ".seperti yang di langsir moto gp
Paruh kedua MotoGP 2013 akan dimulai dari Sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat, 18 Agustus 2013. Marquez untuk saat ini berhak menyandang predikat juara paruh musim dengan koleksi 163 poin, atau unggul 16 poin dari Pedrosa dan 26 poin di atas sang juara dunia, Lorenzo.
Apakah Rossi sudah menyerahkan "mahkota" untuk Marquez..?
Posted by Portal Berita on Sabtu, 27 Juli 2013

Apakah Rossi sudah menyerahkan "mahkota" untuk Marquez..?
Marquez kini memimpin klasemen sementara dengan selisih 16 poin dari rekannya, Dani Pedrosa. Pembalap Repsol Honda ini meraih tiga kemenangan dari sembilan kali balapan pertamanya di kelas MotoGP ini. Hebatnya lagi, ia hanya sekali tak naik podium.
Terakhir, pembalap 20 tahun dari Spanyol ini menyentuh garis finis di posisi terdepan pada balapan di Laguna Seca, Senin (22/7/2013). Dan dia melakukannya dengan sebuah aksi hebat saat menyalip Valentino Rossi di tikungan corkscrew. Itu persis seperti yang pernah dilakukan Rossi ketika menyalip Casey Stoner dalam duel fenomenal pada MotoGP AS 2008 lalu.
"Dia punya semua potensi untuk menjadi pembalap terbaik sepanjang masa, atau lebih baik dari saya, atau meraih kemenangan lebih banyak dari saya," kata Rossi menyanjung Marquez dikutip dari Crash, kemarin.
"Dia punya talenta yang hebat, skill yang hebat dan juga masih sangat muda. Tapi terlalu dini untuk mengatakannya sekarang karena jalannya masih panjang. Tapi dia punya peluang 100% untuk mewujudkannya," ujar pembalap berjuluk The Doctor ini.
Jadi, apakah ini berarti Rossi sudah menyerahkan "mahkota" untuk Marquez? Ditanya seperti itu, dengan cerdik ia berkilah, "Ini adalah (Jorge) Lorenzo yang memberikan mahkota kepada Marquez, karena terakhir kali saya memenangi gelar itu pada tahun 2009," kata juara dunia MotoGP tujuh kali ini.
Marquez selalu menuntaskan balapan di atas podium. Saat ini dia berada di posisi teratas klasemen dengan poin 163. kecuali saat mengalami kecelakaan di Italia
Sebenarnya Rossi disalip langsung oleh Marquez bukan hanya di Laguna Seca. Saat di Catalunya lalu misalnya, ia juga disalip oleh yuniornya itu. Pembalap Italia ini pun mengaku, tak masalah dikalahkan berkali-kali oleh Marquez.
Marquez Tak Menyangka Bisa Pimpin Klasemen Lagi
Posted by Portal Berita on Selasa, 16 Juli 2013
![]() |
| moto GP sumber detiksport |
Marquez Tak Menyangka Bisa Pimpin Klasemen Lagi
Banyaknya pembalap yang mengalami kecelakaan di MotoGP Jerman membuat Valentino merasa prihatin. The Doctor pun mempertanyakan keamanan layout Sirkuit Sachsenring.Dalam perhelatan MotoGP Jerman, Jorge Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas kedua, Jumat (12/7/2013). Akibat kecelakaan tersebut, plat titanium di tulang selangkanya -- yang dipasang setelah kecelakaan di Assen -- bengkok. Pebalap Yamaha itu pun harus naik meja operasi lagi dan absen dari balapan.
Di hari berikutnya, Dani Pedrosa mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas ketiga. Cedera Pedrosa memang tak separah Lorenzo, tapi dia tetap tak cukup fit untuk mengikuti kualifikasi dan balapan.
Selain Lorenzo dan Pedrosa, sejumlah pebalap juga jatuh di Sachsenring. Mereka adalah Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Hector Barbera, dan Michael Laverty, yang celaka di tikungan 11.
Tikungan 11 merupakan tingkungan ke arah kanan dengan kondisi lintasan menurun. Sebelum sampai tikungan tersebut, para pebalap akan melewati sejumlah tikungan ke arah kiri.
Rossi mengakui bahwa sejumlah kecelakaan yang terjadi sebelumnya telah membuatnya lebih waspada di Sachsenring.
"Yeah. Setiap kecelakaan, Anda lebih takut," ucap Rossi kepada Autosport.
"Bagi saya tikungan itu (tikungan 11) sangat berbahaya. itu sangat cepat, menurun, dan Anda baru saja melewati tujuh atau delapan tikungan ke kiri. Jadi, bagian kanan dari ban menjadi dingin."
"Di tikungan itu Anda harus tiba dengan kecepatan yang tepat lap demi lap, latihan demi latihan. Anda tak boleh asal datang, bang."
"Di pagi hari saya mulai untuk meningkatkan kecepatan, tapi kemudian Anda melihat bendera kuning untuk kecelakaan Iannone."
"Juga dengan kecelakaan yang dialami Cal. Saya tak menduganya karena itu motor saya. Saya pikir dengan Yamaha lebih sulit untuk jatuh di sana. Tapi, Cal jatuh. Jadi, itu menakutkan."
Dalam balapan MotoGP Jerman, Rossi finis di posisi ketiga, di belakang Marc Marquez dan Crutchlow. Pebalap Italia itu kini menempati posisi kelima di klasemen pebalap dengan koleksi 101 poin.
Banyaknya pebalap yang mengalami kecelakaan di MotoGP Jerman
Posted by Portal Berita on
![]() |
| moto GP sumber detiksport |
Dalam perhelatan MotoGP Jerman, Jorge Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas kedua, Jumat (12/7/2013). Akibat kecelakaan tersebut, plat titanium di tulang selangkanya -- yang dipasang setelah kecelakaan di Assen -- bengkok. Pebalap Yamaha itu pun harus naik meja operasi lagi dan absen dari balapan.
Di hari berikutnya, Dani Pedrosa mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas ketiga. Cedera Pedrosa memang tak separah Lorenzo, tapi dia tetap tak cukup fit untuk mengikuti kualifikasi dan balapan.
Selain Lorenzo dan Pedrosa, sejumlah pebalap juga jatuh di Sachsenring. Mereka adalah Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Hector Barbera, dan Michael Laverty, yang celaka di tikungan 11.
Tikungan 11 merupakan tingkungan ke arah kanan dengan kondisi lintasan menurun. Sebelum sampai tikungan tersebut, para pebalap akan melewati sejumlah tikungan ke arah kiri.
Rossi mengakui bahwa sejumlah kecelakaan yang terjadi sebelumnya telah membuatnya lebih waspada di Sachsenring.
"Yeah. Setiap kecelakaan, Anda lebih takut," ucap Rossi kepada Autosport.
"Bagi saya tikungan itu (tikungan 11) sangat berbahaya. itu sangat cepat, menurun, dan Anda baru saja melewati tujuh atau delapan tikungan ke kiri. Jadi, bagian kanan dari ban menjadi dingin."
"Di tikungan itu Anda harus tiba dengan kecepatan yang tepat lap demi lap, latihan demi latihan. Anda tak boleh asal datang, bang."
"Di pagi hari saya mulai untuk meningkatkan kecepatan, tapi kemudian Anda melihat bendera kuning untuk kecelakaan Iannone."
"Juga dengan kecelakaan yang dialami Cal. Saya tak menduganya karena itu motor saya. Saya pikir dengan Yamaha lebih sulit untuk jatuh di sana. Tapi, Cal jatuh. Jadi, itu menakutkan."
Dalam balapan MotoGP Jerman, Rossi finis di posisi ketiga, di belakang Marc Marquez dan Crutchlow. Pebalap Italia itu kini menempati posisi kelima di klasemen pebalap dengan koleksi 101 poin.






