Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan

Tes Pramusim MotoGP: Marquez Tercepat, Rossi Gemilang

motogp, Marquez Tercepat, Rossi Gemilang
Tes Pramusim MotoGP: Marquez Tercepat, Rossi Gemilang

ON VS OFF: Tes resmi pertama MotoGP musim 2014 berakhir kemarin, Kamis (6/2/2014). Tentu saja bintangnya masih tetap Marc Marquez yang konsisten menjaga posisinya sejak hari pertama tes (tiga hari). Juara dunia termuda ini menorehkan waktu 1 menit 59,533 detik, memecahkan rekor Casey Stoner pada 2012, yakni 1 menit 59,607 detik.

Marquez juga merampungkan 20 lap simulasi balapan sesungguhnya, 15 lap secara beruntun di bawah 2 menit 1 detik. ”Saya cukup senang, tapi ini hanya tes pertama. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk mencoba berbagai setelan untuk memperoleh data tes selanjutnya,” jelasnya.

Rossi Menjanjikan

Hasil bagus Marquez dibuntuti duo Yamaha, Rossi dan Lorenzo, di pos ke-2 dan ke-3. Rossi dengan waktu 1 menit 59,727 detik, sekaligus menorehkan hasil terbaiknya di sirkuit Sepang. Juara dunia kelas primer 7 kali itu memulai musim 2014 dengan catatan gemilang, lebih menjanjikan ketimbang tahun lalu.

”Saya menemukan feeling yang baik dengan sepeda motor dan ini positif. Saya sedikit mengubah gaya membalap, tidak terlalu memaksa ban bekerja keras menjelang tikungan. Pengalaman dengan (Yamaha) M1 tahun lalu membuat saya harus mempelajari detailnya. Sekarang saya mendapatkan itu,” urainya.

Lorenzo yang berambisi meraih gelar juara tahun ini juga tampil baik, hanya beda tipis dengan Marquez dan Rossi dan berada di posisi ke-3. Waktu terbaiknya 1 menit 59,866 detik dan hanya mengitari sirkuit beberapa lap. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan performa.

Aleix Espargaro

Paling mengejutkan adalah penampilan Aleix Espargaro di posisi ke-4, dengan waktu terbaik 1 menit 59,998 detik, satu-satunya pebalap open class yang bisa mengganggu para jagoan kelas pabrikan (factory class). Pebalap FTR Yamaha M1 itu menjadi salah satu dari empat pebalap teratas dengan kemampuan di bawah 2 menit!

Hasil kurang bagus dialami tim Ducati. Dovizioso dan Crutchlow plus pebalap tes Michele Pirro tak bisa berbuat banyak. Hanya Dovizioso cukup baik, berada di posisi ke-7. Pada tes pertama ini, Suzuki yang comeback tahun depan, juga bergabung. Hasil yang diperoleh Randy de Puniet masih jauh dari harapan, hanya posisi ke-17.

Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014


Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014

ON VS OFF - Brazil terancam gagal menjadi tuan rumah balapan MotoGP musim 2014. Gara-garanya, Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia dianggap belum siap menggelar balapan kuda besi itu.

Beberapa hal dianggap masih menjadi kendala besar bagi Brazil dalam pembangunan Sirkuit Autodromo Nelson Piquet de Brasilia. Di antaranya ialah standar keselamatan pembalap, pit area serta tribun.

Semua hal itu mulai dikerjakan Desember 2013 lalu dan harus selesai pada April atau Mei. Namun, laman Globo, Kamis (30/1) menulis, semua pekerjaan itu tidak akan selesai tepat waktu.

Jika itu terjadi, Brazil dipastikan akan gagal menjadi tuan rumah. Padahal, awalnya Brazil dijadwalkan menggelar balapan MotoGP pada September mendatang. Itu adalah kali pertama Brazil menghelat MotoGP sejak musim 2004 silam.

Andai Brazil gagal menjadi tuan rumah, balapan MotoGP hanya akan berlangsung dalam 18 seri musim baru nanti. Di sisi lain, Argentina tak mendapat kendala berarti dalam persiapan menyambut musim baru.

Circuito Termas de Rio Hondo dianggap siap untuk menjadi venue para pembalap top di MotoGP. Argentina akan menggelar balapan MotoGP untuk kali pertama sejak musim 1999 silam.

Valentino Rossi Target Kejar Podium Musim 2014


Valentino Rossi Target Kejar Podium Musim 2014

ON VS OFF - MotoGP Musim 2014 sudah di depan mata. Seri perdana akan berlangsung pada 23 Maret di Qatar. Sebelumnya bakal ada dua kali sesi tes pra musim di Sepang. Aura kompetisi yang sudah mulai terasa memaksa Rossi untuk memasang target.

"Harapan untuk musim mendatang sangat tinggi. Target saya adalah untuk mencoba dan melakukan yang lebih baik dari tahun lalu, menjadi lebih kompetitif dan berjuang untuk podium setiap akhir pekan. Saya yakin motor kami akan sangat kompetitif lagi," beber Rossi

"Tahun lalu sudah sangat baik dan insinyur Yamaha telah mampu melakukan pengembangan ke arah yang lebih baik sepanjang musim. Karena itu saya berharap banyak dari M1 baru dan saya yakin itu akan lebih baik selama musim," semangat Rossi

Tahun 2013, Rossi hanya mampu bertengger di posisi 4 klasemen akhir. Pembalap kelahiran 16 Februari 1979 ini tercatat menang 1 kali dan 6 kali podium. Sepanjang musim 2013, Rossi juga belum pernah meraih pole position.( otosport )

Valentino Rossi Ingin Balap di Indonesia Sebelum Terlambat!


Valentino Rossi Ingin Balap di Indonesia Sebelum Terlambat!

ON VS OFF - Indonesia rupanya mendapat tempat cukup spesial dalam hati seorang Valentino Rossi. Juara dunia MotoGP 7 kali Valentino Rossi menyebut sangat senang bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Memang kedatangannya kali ini adalah untuk keempat kalinya untuk melakukan kegiatan bersama Yamaha.

"Selalu menyenangkan bisa datang ke Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah fans terbaik dari seluruh dunia, dengan hasrat sangat besar untuk MotoGP dan Yamaha Factory Team, meskipun mereka tidak memiliki balapnya di negara mereka. Yamaha Indonesia memiliki peran besar dalam bisnis global Yamaha dan aku harap kedatanganku dan Jorge di sini bisa memberi dorongan bagi bisnis lokal mereka," beber The Doctor.

Di sela-sela pembukaan selubung YZR-M1 baru, si VR46 menyebut kangen bisa balap di Indonesia. Wajar, Vale punya sejarah manis di Tanah Air. Bukan hanya para fans yang selalu riuh rendah menyambut kedatangannya untuk kegiatan bersama Yamaha.

Sebenarnya Rossi sudah kenal Indonesia sejak tahun 1990an. Pada saat itu, ia sudah berkompetisi di kelas 125 cc dan berhasil juara di Sentul pada musim kompetisi 1997. Pada saat itu, Max Biaggi juara di kelas 250 cc dan Tadayuki Okada di GP500.

"Musim ini sangat penting bagiku dan faktanya kami memulai musim ini di Jakarta membuatnya semakin spesial. Aku tak ingat berapa kali Yamaha memperkenalkan motor baru di luar Eropa, jadi acara hari ini sangat spesial untuk beberapa alasan. Yamaha memutuskan untuk menawarkan dealer Indonesia kesempatan untuk menjadi tuan rumah pembukaan selubung M1 2014 pada pertemuan tahunan mereka di Jakarta dan ini adalah tanda peningkatan pentingnya pasar Asia Tenggara pada bisnis global. Aku benar-benar berharap bisa balap di sini lagi, secepatnya, sebelum terlambat!" seru The Doctor.

Apakah artinya Rossi serius ingin pensiun? Wah, kapan ya kita bisa melihat Rossi mengaspal di Tanah Air? Semoga sirkus MotoGP bisa kembali ke Indonesia atau mungkin Rossi hanya sekadar keliling Sentul seperti Lorenzo akhir tahun lalu? Ah, benar-benar impian yang indah! Setuju? (otosport)

Leon Camier Tampil di MotoGP 2014


Leon Camier Tampil di MotoGP 2014

ON VS OFF - FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) mengumumkan entry list terbaru balapan MotoGP musim 2014. Ada sebuah kejutan dalam rilis yang dikeluarkan Rabu (15/1).

Mantan pembalap Superbike, Leon Camier memastikan diri tampil dalam balapan MotoGP musim mendatang. Pembalap berusia 27 tahun itu akan bertandem dengan Danilo Petrucci di tim Ioda Racing pada kelas terbuka.

Camier adalah nama yang cukup mentereng di balapan Superbike. Dia pernah memetik 19 kemenangan untuk menggenggam gelar juara British Superbike pada musim 2009 silam. Setelah itu, Camier berganti haluan ke World Superbike.

Keputusan Camier menambah panjang mantan pembalap Superbike yang tampil di MotoGP. Sebelumnya, Cal Crutchlow juga sudah terjun di balapan kuda besi itu sejak tiga musim lalu. Crutchlow saat ini membela Ducati.

Selain Camier, nyaris tak ada kejutan berarti. FIM juga merilis nomor yang akan dipakai pembalap. Juara bertahan Marc Marquez akan menggunakan nomor 93 yang selama ini sudah dikenakanya.

Runner up musim lalu Jorge Lorenzo juga setia dengan nomor 99. Hal yang sama juga dilakukan pembalap kawakan Yamaha Factory, Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor itu setia dengan nomor 46. (jn)

LCR Honda: Pertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun


LCR Honda: Pertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun

ON VS OFF - Pimpinan LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku ingin mempertahankan Stefan Bradl setidaknya selama 10 tahun. Pernyataan ini ia sampaikan kepada media Jerman, SpeedWeek.com, Jumat (10/1).

Cecchinello mengaku bangga atas performa dan komitmen Bradl sejak membela timnya di MotoGP pada tahun 2012. Ia bahkan ingin mengikat pebalap asal Jerman tersebut dengan durasi kontrak yang cukup panjang.

"Benar, saya sungguh-sungguh ingin mengikatnya selama 10 tahun. Saya tak asal bicara. Semua orang di LCR sangat senang bekerja dengan Stefan. Ini juga bukan karena saya tengah berbicara dengan media Jerman ya!" ujar Cecchinello.

Bradl yang kini berusia 24 tahun merupakan juara dunia Moto2 2011. Ia pun sukses meraih pole dan podium MotoGP perdananya di Laguna Seca, Amerika Serikat tahun lalu.

"Seluruh anggota tim LCR menyukai Stefan. Ini sangat penting, karena atmosfer tim haruslah baik ketika ingin meraih sesuatu. Bahkan, terkadang menciptakan atmosfer positif jauh lebih penting daripada mencari talenta hebat," pungkasnya. (os)

Marquez kian menyusul rekor Kenny Roberts

Marc Márquez, moto gp

Marquez kian menyusul rekor Kenny Roberts

ON VS OFF - MOTO GP - Marc Márquez masih memimpin di klasmen, hal ini membuat Marquez, mulai memikirkan gelar juara, Marquez memimpin dengan 230 poin selisih 30 poin dengan pedrosa, berada di pucuk klasmen juga membuat pria ini kian menyusul rekor Kenny Roberts sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.

Walau sempat dikurangi dua poin usai merampungkan GP Inggris di podium kedua, rookie Repsol Honda itu masih memimpin cukup jauh dari dua rival terdekatnya yang juga rekan setimnya, Daniel Pedrosa dan rider Yamaha Factory, Jorge Lorenzo.

Sebelumnya, Márquez juga sempat mengalami crash di sesi pemanasan dan dikatakan terkena cedera bahu. Tapi setelah diperiksa di pusat medis, Márquez dinyatakan tetap bisa ikut race dan tak perlu menjalani pemeriksaan lanjutan ataupun operasi.

Márquez terbilang tampil hebat di Silverstone – trek yang jadi favorit saingannya, Lorenzo dan setidaknya, membawa pulang 20 poin (18 setelah dikurangi Race Direction) sebagai hadiah buat posisi runner-up.

Joki kelahiran Cervera dua dekade silam itu masih bercokol di pucuk klasifika dengan 233 poin, mengungguli Pedrosa (30 poin) di tempat kedua dan Lorenzo (39 poin) pada posisi tiga. Márquez pun kian menyusul rekor Kenny Roberts (1978) sebagai pembalap debutan yang mampu juara di musim perdananya.

Ya, saya mulai sedikit memikirkannya (gelar juara). Saya unggul 30 poin dari Dani, 39 poin dari Jorge. Namun masih banyak seri dan poin untuk diperebutkan dan Anda bisa lihat saya mengambil risiko yang sama dengan atau tanpa memimpin klasemen,” ujar Márquez, seperti disadur Crash, Rabu (4/9/2013).

Saya selalu mencoba tampil maksimal, berusaha jadi yang terbaik tiap seri. Saya memimpin setelah empat kemenangan berturut-turut dan saya finis kedua di sirkuit di mana Yamaha dan Jorge selalu tampil kuat. Pertarungan dengan mereka menyenangkan, tapi pada akhirnya, saya meraih 20 poin penting untuk menjaga posisi klasemen,” pungkasnya.