Ormas FPI merasa difitnah, Tidak Ada Bukti Anggota Kami Memukul Ustad Didi

Ormas FPI merasa difitnah, kekerasan fpi, Ustad Didi

Ormas FPI merasa difitnah, Tidak Ada Bukti Anggota Kami Memukul Ustad Didi

ON VS OFF - Ormas FPI merasa difitnah atas pemberitaan pemukulan Pemimpin Pondok Pesantren Miftahul Huda, Didi Abdul Hadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketua FPI Tasikmalaya Acep Sofyan menegaskan, tidak ada pemukulan kepada Ustad Didi. Yang terjadi ketika itu adalah Ustad Didi terseret oleh sejumlah anggota FPI yang berusaha melindunginya dari peserta aksi yang menuntut Wali Kota menutup tempat karaoke Kurama.

“Jadi ketika itu kan ada aksi yang dilakukan oleh sejumlah ormas dan juga pondok pesanten serta majelis taklim. Aksi itu untuk mendesak Wali Kota menutup tempat karaoke yang mesum dan dijadikan tempat mabuk-mabukan. Ketika itu Ustad Didi diminta maju untuk tampil sebagai orator. Sepertiya ada miskomunikasi antara orator dengan pendengar. Karena, massa kemudian berupaya untuk merebut mic dari ustad Didi. Anak buah kami berusaha melindungi ustad Didi dengan membawa kantor Polsek. Ketika hendak menolong itulah, ustad Didi terseret. Jadi tidak ada itu pemukulan seperti yang diberitaka Koran lokal,”kata Acep ketika dihubungi KBR68H, Kamis (24/10) melalui sambungan telepon.

Menurut Acep, pemberitaan Koran lokal yang menyatakan anggota FPI memukul ustad Didi tidak benar. Karena, tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan telah terjadi pemukulan. FPI Tasikmalaya juga sudah melihat rekaman video dari kejadian itu.

“Jadi ketika itu ada orang yang tanggannya mengenai muka ustad Didi. Orang itu bukan peserta aksi dan saya juga tidak tahu apakah tindakannya itu sengaja atau tidak. Dia juga bukan anggota FPI. Karena itu, saya minta kepada siapa pun yang menuduh kami memukul ustad Didi untuk memberikan alat bukti,”ujarnya.

Acep mengklaim, dia sudah langsung meminta maaf kepada keluarga besar ustad Didi atas kejadian tersebut yang membuat pemimpin Pondok Pesantren Miftahul Huda itu terseret. Kata dia, pihak keluarga juga sudah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara keleluargaan. Namun, tiba-tiba ada sejumlah pihak yang memprovokasi dan meminta FPI di Tasikmalaya dibubarkan dan meminta seluruh Kyai menurunkan atribut FPInya.

Aksi pemukulan kepada ustad Didi Abdul Hadi terjadi Selasa lalu. Ustad Didi dinilai memberikan orasi yang tidak pantas sehingga memunculkan keributan yang berujung kepada pemukulan.  Kkeluarga besar Ponpes Miftahul Huda sudah membawa kasus pemukulan oleh anggota FPI itu ke jalur hukum.(portalkbr.com)

Related News

Post Comment

Tidak ada komentar:

Leave a Reply