Kesejahteraan Warga Brasil Terabaikan Gara-gara Piala Dunia
Warga Brasil kembali menggelar unjuk rasa menolak diselenggarakannya Piala Dunia 2014. Hari ini sekitar 250 orang warga berkumpul di depan Katedral Katolik Roma, Sao Paulo dan menyampaikan keluhan mereka, Minggu 25 Mei 2014.
Pengunjuk rasa menolak penyelenggaraan pesta akbar sepak bola itu karena merasa tingkat kesejahteraan warga diabaikan dibalik dana miliaran dolar untuk perhelatan tersebut. Mereka memprotes kenaikan tarif bus dan kereta bawah tanah, tingginya korupsi di pemerintahan, serta pelayanan publik yang buruk.
Beruntung, Kepolisian Sao Paulo menyatakan tidak ada kerusuhan dan korban luka dalam demonstrasi yang berlangsung selama dua jam tersebut. Pada 12 Juni nanti Kota Sao Paulo akan membuka perhelatan puncak sepak bola dunia yang berlangsung sebulan di Brasil.
Unjuk rasa menolak PD 2014 di Brasil yang terburuk terjadi pada 16 Mei lalu. Aksi itu terjadi di 12 kota di Brasil dan beberapa di antaranya berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Sepekan sebelumnya, guru-guru di Rio de Jainero juga menggelar protes Piala Dunia dan meminta bayaran serta kondisi kerja yang lebih baik. Mereka bergabung dengan supir-supir bus yang menggelar mogok kerja pada pekan yang sama.
Di sisi lain, Jumat pekan lalu, otoritas Brasil menyatakan, menyediakan anggaran hingga US$856 juta dan 157 ribu pasukan tentara dan polisi untuk menjaga keamanan selama Piala Dunia berlangsung. Menteri Pertahanan Celso Amorim menegaskan, Brasil telah siap dengan sempurna untuk menjamin keamanan warga dan penonton piala dunia. (metro/rsn-onvsoff)


Post Comment
Tidak ada komentar: