5 Ritual Pemakaman Yang Sadis dan Mengerikan

5 Ritual Pemakaman Yang Sadis dan Mengerikan


Portal.ONVSOFF.com - Kematian merupakan bagian dari siklus kehidupan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Semua makhluk hidup akan menemui kematian. Dalam budaya modern, orang yang meninggal akan mendapat ritual pemakaman sesuai agama dan budaya yang dia percaya. Namun di beberapa tradisi lama, ada ritual-ritual pemakaman yang mengerikan karena dilakukan dengan cara-cara yang sadis dan di anggap bertentangan dengan budaya sekarang.

Sanskrit Sati 

Sanskrit Sati

Bakar diri (Suttee) atau bisa juga disebut Sanskrit Sati (istri yang suci) adalah ritual yang telah lama dipraktikkan di India. Tradisi ini membuat seorang janda yang sedang berduka karena kematian suaminya dengan rela berbaring di samping jenazah suaminya dan dibakar hidup-hidup. Praktik ini telah ada di India selama beradab-abad, namun mulai dihentikan saat Inggris datang ke India tahun 1829.

Walau sudah ada larangan, ritual ini tetap dilakukan hingga tahun 1981 oleh beberapa wanita. Mengapa wanita di India rela melakukan tradisi ini? Karena pada masa yang lalu, wanita yang sudah berstatus janda akan kehilangan status sosial. Janda sering dianggap tidak suci, dijauhi dan dibenci. Sehingga banyak wanita lebih baik ikut meninggal di samping jasad suaminya daripada menjadi janda.

Self Mummification


Self Mummification

Di Jepang ada tradisi memumikan diri sendiri, hal ini membuat ritual menjelang kematian terdengar seperti lelucon. Beberapa biksu Budha yang disebut Sokushinbutsu di Jepang tidak hanya melakukan bunuh diri, mereka juga melakukannya dengan cara yang dipercaya menyebabkan mereka menjadi mumi.

Ritual memumikan diri sendiri ini membutuhkan waktu yang panjang hingga tubuh kering dan mati dengan sendirinya seperti mumi. Tahap pertama adalah melunturkan seluruh lemak di tubuh. Biarawan hanya makan kacang-kacang dan biji-bijian selama 1.000 hari, hingga lemak di tubuh berkurang. Jika lemak berkurang, kelembaban tubuh makin sedikit.

Tahap kedua adalah dengan menghilangkan air dari tubuh selama 1.000 hari. Padahal kita tahu, tubuh manusia 80 persen adalah cairan. Biarawan hanya makan kulit kayu kecil dan teh khusus yang mengandung racun, sehingga orang akan diare parah dan muntah. Racun harus diminum agar tubuh tidak diserang belatung.

Pada tahap terakhir, biarawan itu akan memasuki sebuah makam batu, duduk dalam posisi lotus dan menunggu kematian. Dia akan membunyikan lonceng setiap hari untuk membiarkan sesama biarawan tahu bahwa dia masih hidup. Dan kemudian ketika lonceng tidak lagi berbunyi, para biarawan akan menyegel makam, menunggu 1000 hari lagi sebelum membukanya untuk memastikan jika proses mumifikasi telah selesai.

Sky Burial


Sky Burial

Walau sudah meninggal, tubuh jenazah biasanya dihormati dan diperlakukan dengan baik, namun hal itu tidak berlaku di Tibet. Ada tradisi lama yang membuat warga di Tibet akan membawa jenazah ke puncak gunung, memotong tubuh jenazah dan diberikan pada burung pemakan bangkai. Tradisi ini disebut pemakaman langit atau sky burial.

Warga Tibet percaya akan reinkarnasi, sehingga menganggap tubuh manusia hanyalah kapal yang mengangkut jiwa. Saat jiwa telah pergi, maka tubuh itu lebih baik diberikan kepada makhluk hidup lain. Ritual yang mengerikan ini sudah ada di Tibet sejak abad ke-12. Namun saat ini tidak banyak dilakukan, karena dianggap mengerikan.

Burial Cave

Burial Cave

Suku Aborigin di Australia memiliki banyak cara untuk memakamkan jenazah, mulai dari pemakaman, kremasi, mumi bahkan kanibalisme. Untuk poin terakhir masih diperdebatkan. Namun yang pasti, ada beberapa ritual yang dilakukan suku Aborigin salah satunya adalah meninggalkan jenazah dengan ditutupi dengan daun dan cabang pohon hingga membusuk sampai berbulan-bulan.

Kemudian, sisa tulang dari jenazah tersebut akan diambil dan dicat dengan warna merah. Kemudian tulang itu akan dimasukkan dalam gua hingga menjadi abu. Atau dalam ritual lain, tulang-tulang itu akan dibawa keliling oleh keluarga mereka. Tentunya bagi kita, agak mengerikan jika membawa-bawa tulang anggota keluarga yang sudah meninggal dunia.

Endocannibalism


Endocannibalism

Mungkin inilah ritual kematian terburuk yang pernah ada. Endocannibalisme adalah praktik dimana orang memakan tubuh orang yang mati. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati, maka sekaligus akan “menghisap” sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh. Beberapa suku di Amerika Selatan dan Australia dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu yang dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomamo di Amerika Selatan masih memakan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah dikremasi. (rsn-onvsoff)

Related News

Post Comment

Tidak ada komentar:

Leave a Reply